Kamis, 15 Desember 2011

HUJAN

adalah salah satu kebutuhan utama untuk hidup, teknologi belum mampu menduplikatkannya
berkumpul di hutan rimba, tertampung oleh akar akar pada lubang pori tanah
mengalir perlahan menebus bebatuan, jernih dan penuh rasa, mata air
mengalir membentuk lembah, menjadi sungai, tertampung di ceruk lembah, menjadi danau
memberi harapan bagi semua mahluk hidup, untuk tetap hidup
saat kendali lepas
sang harapan berubah menjadi angkara

mata air menjadi air mata

angkara siapa???

angkara manusia yang tak berperi kemanuasiaan
merubah rimba  menjadi ladang
merubah ladang menjadi kota
merubah kota menjadi pekat beton

anugarah menjadi bencana

Tidak ada komentar:

Rimbaku ! Rimbaku !

sebuah jeritan panjang yang menyayat, memecahkan kesunyian malam yang pekat

RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!

tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang

longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.

mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
dalam hening
pasrah sepasrah-pasrahnya

dalam bening
ada perih mengalir pelan

kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu

dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen

dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian

tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata

kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?

sampai kapan
mata air menjadi air mata

(untuk adiku FR di Krinci)