Kamis, 29 Oktober 2009

Panthera pardus Gunung Sawal

12 Oktober 2009

masyarakat di sekitar hutan Gunung Sawal menagkap Macan Tutul (Panthera pardus)
karena masyarakat sudah resah seringnya satwa liar ini muncul dipeladangan masyarakat. sudah banyak ternak yang dimangsa oleh satwa liar karnivora,

ini bukan kejadian pertama.
konflik di wilayah disekitar kawasan hutan gunung sawal sudah terjadi beberapa kali. entah apa sebabnya, saya tidak tahu.
Mungkin karena home rangenya semakin sempit, mungkin karena persaingan antar jenis, mungkin ada gangguan, atau mungkin-mungkin yang mungkin lagi

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Balai Besar KSDA Jawa Barat cepat bersikap
Selamatkan manusia sebagai hal utama, selamatkan agar tidak terjadi tindak pidana, selamatkan jiwa masyarakat, selamatkan ekonominya, selamatkan tata sosoial budayanya, selamatkan satwa liar dilindungi ini dari ancaman pihak yang tidak bertanggung jawab dan Tim KSDA berhasil mengemban tugas ini, menyelamatkan semuanya!!!

Macan Tutul adalah mamalia kunci, saat ini posisinya tertinggi di P. Jawa ini karena Panthera tigris javanica belum terkabarkan lagi (semoga belum punah),tetapi keberaadanya semakin terancam oleh banyak faktor

Kepala Bidang KSDA Wilayah III sangat prihatin dah sudah menawarkan kepada lembaga peneliti dan perguruan tinggi untuk dapat diteliti guna menentuka langkah kebijakan lebih lanjut, tapi saat ini belum ada respon.

Kawasan gunung Sawalpun tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu sebagai home range mamalia kunci ini beberapa ekor saja.

Bupati Ciamis memberikan respon positif terhadap kejadian konflik manusia dengan satwa liar ini, dengan menyampaiakan surat ke para camat sekitar kawasan guna mengantisipasi kejadian kedepannya, namun langkah ini belum optimal.

Perlu langkah besar untuk menyelamtakan satwa ini, apabila terlambatkan mungkin akan terjadi sejarah yang sama dengan Panthera tigris javanica.

dari pada kita hanya berteriak-teriak, mari kita selamatkan yang ada dari kepunahan.

dapatkah anda menolong?

Tidak ada komentar:

Rimbaku ! Rimbaku !

sebuah jeritan panjang yang menyayat, memecahkan kesunyian malam yang pekat

RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!

tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang

longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.

mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
dalam hening
pasrah sepasrah-pasrahnya

dalam bening
ada perih mengalir pelan

kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu

dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen

dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian

tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata

kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?

sampai kapan
mata air menjadi air mata

(untuk adiku FR di Krinci)