Tuan
hanya sesaat hadir
mengguncang
tapi
jejak yang tuan tinggalkan
telah memporak pondakan sisa –sisa harapan
yang telah mulai terbangun dalam tertatih
bukan saja rumah yang lantak
raga hancur
terjepit reruntuhan
dan raga-raga terkubur
hidup-hidup
dalam bongkahan batu dan timbunan tanah
Tuan
Luka
dari jejak tuan
terlalu dalam
Kamis, 29 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rimbaku ! Rimbaku !
sebuah jeritan panjang yang menyayat, memecahkan kesunyian malam yang pekat
RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!
tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang
longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.
mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!
tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang
longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.
mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
dalam hening
pasrah sepasrah-pasrahnya
dalam bening
ada perih mengalir pelan
kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu
dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen
dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian
tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata
kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?
sampai kapan
mata air menjadi air mata
(untuk adiku FR di Krinci)
pasrah sepasrah-pasrahnya
dalam bening
ada perih mengalir pelan
kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu
dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen
dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian
tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata
kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?
sampai kapan
mata air menjadi air mata
(untuk adiku FR di Krinci)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar