hari ini rontok sudah belulang yang telah lama menempel pada persendian
di jakarta
orang ribut tentang cicak melawan buaya
di jakarta
orang ribuat perkara bank century
kata di kata, di jakarta uang milyar, uang trilyun (sumpah aku belum pernah liat uang yang nol nya berdeskan kaya gitu), di jakarta................
di jakarta pinggiran
orang ribut karena penggusuran tempat tinggal warga, sang kuasa bergerak memporak poranda tatanan kehidupann yang sesak, surrrrrr gusuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrr.
di pelosok
karena tiga buah kakao alias buah coklat dari perkebunan
ibu tua di bawa ke sidang pengadilan
aneeeeeehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
ibu yang miskin itu koq pasrah mengikuti alur hukum (disidik, disidang), tidak bikin ribut apalagi “bernyanyi-nyanyi” bawa nama orang lain yang aku tak tahu apa benar atau tidaknya
aneeeeehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
berapa kalinya harga tiga buah kakao yang dicuri ibu itu dibandingkan dengan harga gonjang ganjing bank century atau cicak dan gajah, di jakarta?
ada apa ini Ya ALLAH ??????? ada apakah gerangan ??????
sempat terpikir
hebat tuh mandor perkebunan yang dapat mengajukan perkara pencurian tiga buah kakao yang dilakukan oleh ibu miskin, mengapa sang mandor perkebunan ini tidak memperkarakan kasus bank century dll saja ya? atau memperkarakan penggusuran pemukiman warga miskin saja ? kan “prestasinya” sudah bagus tuh memperkarakan pencurian tiga buah kakao dari perusahaan perkebunan tempat kerja sang mandor ini?
memperhatikan perkara persidangan ibu miskin mencuri tiga buah kakao, benar-benar merontokan tulang kesadaran, ternyata dunia ini tidak adil........
hukum harus ditegakan tapi adil harus dikedepankan.
jangan !!!!
jangan hukum menjadi mainan, jadikanlah hukum sebagai panglima yang tegas, adil dan berdab!!!
aduhhhh
hari ini benar-benar rontok tulang belulangku
Senin, 30 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rimbaku ! Rimbaku !
sebuah jeritan panjang yang menyayat, memecahkan kesunyian malam yang pekat
RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!
tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang
longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.
mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!
tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang
longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.
mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
dalam hening
pasrah sepasrah-pasrahnya
dalam bening
ada perih mengalir pelan
kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu
dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen
dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian
tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata
kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?
sampai kapan
mata air menjadi air mata
(untuk adiku FR di Krinci)
pasrah sepasrah-pasrahnya
dalam bening
ada perih mengalir pelan
kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu
dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen
dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian
tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata
kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?
sampai kapan
mata air menjadi air mata
(untuk adiku FR di Krinci)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar