dalam remang, semuanya menjadi tidak pasti. Langkah harus tetap dilanjutkan karena langkah adalah kehidupan
batu berserak akan menjadi sandungan kehidupan, jalan licin akan menjatuhkan
gonjang ganjing ini tak jua surut, hampir usai satu diterikan yang lain.
jalan mendaki semakin terjal dan kehidupan semakin susah
rumah digusur, lapak didepak, banjir menggelora dan kebakaran di mana-mana
gempa munkin telah letih atau saat ini hanya istirahat saja tapi mengapa hidup ini semakin melata
menyusuri sungai yang tak lagi jernih
balak memang berkurang tapi ladang meraja lela di mana-mana
Rimbaku !!!!! Rimbaku !!!!!
dimana engakau wahai rimba lestariku
dimana????
termenung di pondok ladang
pada senja yang semakin suram
rimbaku menjadi ladang orang
sakit tak terperikan
kurasakan bencana mendera-dera
nestapa semakin erat
wahai engkau
dimanakah engkau gerangan kini
tak nampak lagi jejakmu di tanah basah
tak nampak lagi jejak mu di rumput kering
tak nampak lagi jejakmu di gelagah hijau
tak nampak lagi jejakmu
tak nampak lagi
wahai engkau
tuan-tuan pembela pertiwi
rimbaku!!! rimbaku!!!!
akan kah binasa secepat ini????????
(buat adiku sang pembela)
Selasa, 08 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rimbaku ! Rimbaku !
sebuah jeritan panjang yang menyayat, memecahkan kesunyian malam yang pekat
RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!
tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang
longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.
mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!
tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang
longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.
mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
dalam hening
pasrah sepasrah-pasrahnya
dalam bening
ada perih mengalir pelan
kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu
dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen
dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian
tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata
kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?
sampai kapan
mata air menjadi air mata
(untuk adiku FR di Krinci)
pasrah sepasrah-pasrahnya
dalam bening
ada perih mengalir pelan
kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu
dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen
dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian
tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata
kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?
sampai kapan
mata air menjadi air mata
(untuk adiku FR di Krinci)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar