Selasa, 08 Desember 2009

buat ibu

karena tulis
ibu didera nestapa
dibidik cerca
sampai kita tidak lagi tahu
dimanakah kebenaran

karena tulis
receh terserak dihimpun
bukan tak ada yang lain
tapi
ini pertanda
amarah di dada yang semakin kurus
tak lagi mampu terbendung
walau tak lagi mampu
untuk sekadar melontarkan kata
toh kata
nanti jadi masalah

Ya ALLAH dzat YANG MAHA ATAS KE MAHA-AN
bangunkanlah jiwa-jiwa kesadran
bangkitlah jiwa-jiwa kesalehan
izinkanlah benar bertahta dalam kehidupan

Ya ALLAH dzat YANG MAHA ATAS KE  MAHA AN
kumohon dengan segenap jiwa
bangkitkan asa di jiwa-jiwa yang terpuruk
nyalakan unggun kasih di hati kami
agar dunia ini menjadi tentram dalam belai Maha Kasih MU.
amin

Tidak ada komentar:

Rimbaku ! Rimbaku !

sebuah jeritan panjang yang menyayat, memecahkan kesunyian malam yang pekat

RIMBAKU ......!!!! RIMBAKU......!!!!

tersadar dari tidur yang nyenak tentang mimpi-mimpi yang diembuskan oleh para punjangga bahwa negeri kita kaya raya.
karena kayarayanya, hutan ditebangi dengan izin yang tidak terawasi, menebang tanpa izin semakin merajalela.
bencana datang, bukan hanya harta, nyawa ! selembar nyawa anak kita, saudara sedarkita, ibu kita, ayah kita. haaaaannnnyuuuut oleh bah yang sesaat datang

longsor melanda anak terbanam, ibu, bapak, saudara terbenam dan tidak ditemukan, terkubur tanpa lubang lahat, tanpa nisan.

mimpi-mimpi yang perih membangunkan kesadaran kita, bencana bagi manusia karena lam sudah porak poranda.
saat terjaga dari lelap, tersadar : RIMBAKU....!!!!! R I M B A K U !!!!!!!!!!!
dalam hening
pasrah sepasrah-pasrahnya

dalam bening
ada perih mengalir pelan

kubiarkan tak ku hapus
karena itu adalah milikmu
kubiarkan karena itu pemutus rindumu

dengan segala ikhlas
telah kita coba menanam tanpa memanen

dan ini adalah mata air
mata air
kehidupan
keabadian

tanpa kata
hari ini
mata air
menjadi
air mata

kini
rindu mengoyak mimpi
sampai kapan?

sampai kapan
mata air menjadi air mata

(untuk adiku FR di Krinci)